FANGIRL
Part 1
Namaku
ANISA SEPTIANA. Orang-orang biasa memanggilku Icha. Aku mempunyai sang idola
pujaan hati dan sangat menunggu untuk bertemu dengannya. Sayangnya aku harus
berusaha keras agar aku bisa bertemu dengannya, karena tempat tinggalku dengannya
sangatlah jauh dan butuh pengorbanan sepenuh hati dan jiwa.
Setiap hari pikiranku selalu terbayang wajahnya,
aku sendiri pu tidak tahu kenapa padahal aku tidak kenal dengannya. Tiap hari
aku selalu browsing demi mendapat info tentangnya. Isi kamarku semua nya
hanyalah gambarnya. Setiap aku mau tidur aku selalu membayangkannya sampai
terkadang aku tidak bisa tidur sampai jam setengah 2 malam. Aku berkorban untuk
tidak jajan gara-gara aku membeli ataupu browsing apa yang menyangkut-nyangkut
tentang dia.
Dari sekian idola yang aku gemari hanya dialah
yang membuatku seperti ini. Aku mengidolakannya karena dia sangat cute dan
tampan pula. Dia adalah seorang penyanyi. Pada saat dia mengadakan tour concert
di Negara ku aku sangat sedih karena aku tidak bisa melihat performnya, karena
di hari itu aku harus sekolah dan untuk mendapatkan tiketnya pun susah dan
rumahku pun jauh dengan tempat
konsernya, so aku hanya bisa liat siaran ulangnya ajha di tv. Karena penayangan
tersebut rada-rada malem, tapi aku tidak bilang nggak buat menontonya. Aku
bela-belain buat gak tidur selama 2 jam berlangsung. Sebelum konser itu
ditayangkan aku udah berdoa siang dan malam dan jujur saja aku tidak pernah
seperti itu(bolong-bolong).
Pada saat aku menontonnya aku sangat gembira
tiada henti-hentinya aku berteriak dalam hati karena aku sangat senag
melihatnya di tv. Teman-temanku saja udah pada memanggilku denagn nama idolaku
tersebut karena aku suka sekali menyebut-nyebut nama itu.
Uang demi uang aku kumpulkan demi membeli vcdnya,
memang aku terlahir tidak dari keluarga ningrat tapi seenggaknya aku bisa
ngumpulin duit untuk membeli apa aja yang menyangkut tentang dia.
Isi laptop, hp semuanya tentang dia. Mulai dari
wallpaper, video, lagu sampai nama file yang aku simpan semua adalah namanya.
Terkadang presentasi di depan kelas pun aku sertai fotonya dan teman-temanku
pun sempat memujinya. Kalau tanganku sudah mulai buka laptop yang pertama kali
aku lakukan adalah melihat gambarnya satu persatu, lalu melihat videonya dan
kalau udah liat videonya aku selau menirukan gaya tariannya. Lirik lagunya pun
aku sudah hafal dan itupun aku bersusah payah menghafalkannya. Tiap kali aku
browsing hal pertama yang aku lakukan adalah mendownload videonya dan dari
videonya itu pun ada kebiasaan-kebiasaannya yang unik dan itupun juga aku tiru.
Entah kenapa semua hal yang kulakukan aku selalu teringat namanya.
Aku sangat berharap aku bisa bertemu dengannya
walaupun itu hanya di dunia maya. Aku mengirim e-mail, ng’tweet padanya, tapi
tidak pernah dapat respon, apa mungkin yang mengrim terlalu banyak jadi punyaku
gak terbaca. Gak terasa kalau tangan menggerakkan mouse ke halaman awal Mozilla
firefox dan disitu aku mencoba searching info terbaru tentang idolaku. Pada
saat aku menemukan infonya di sana tertera nomor hpnya dan cepat-cepat aku
catat diotakku. Karena hari sudah semakin sore aku memutuskan untuk pulang.
Senja telah hilang berganti malam, aku sangat
kecapaian dan aku memutuskan untuk istirahat karena aku besok tidak ada ujian.
Terlintas di pikiranku tentang nomor hp idolaku yang ku catat tadi, aku
langsung berlari menuju counter untuk membeli pulsa buat menelponnya. Sialnya
saat aku menelponnya, dia menjawab telponku tapi dia malah memutusnya dengan
segera itupun aku belum sempat bilang satu kata. Aku menyesal karena aku harus
memecah uang simpananku untuk membeli pulsa, tapi setidaknya nomer hp ku
tercatat hpnya.
Mataku semakin tidak kuat berinteraksi dan aku
memutuskan untuk tidur. Tiba-tiba hpku berbunyi dan aku tidak memperdulikannya
karena aku sangat ngantuk, akan tetapi bunyi itu tidak berhenti-berhenti
dan aku berusaha membuka mataku untuk
melihatnya. Betapa beruntungnya diriku yang menelponku adalah Lee Dong Hae
idolaku, dan aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Dia menelponku dengan
media 3G dan aku bisa melihat wajahnya yang imut itu. Aku berbincang-bincang
dengannya walaupun aku tidak begitu bisa bahasa korea. Waktu itu menjadi waktu
yang paling menyenangkan bagiku.
Matahari mulai terbit dan waktunya aku untuk
baangun dan cepat-cepat berangkat ke sekolah. Setibanya di sekolah, aku
membersihkan kelas karena memang sudah giliranku. Saking senangnya aku tadi
malam, teman-temanku heran padaku dan salah satu temanku bertanya,”kenapa kau
tersenyum sendiri seperti orang gila?”. Dan aku menjawab “Aku tadi malam
ditelfon oleh Dong Hae”. Temanku langsung kaget dan bertanya sekali lagi dan
aku menjawabnya dan aku juga menunjukkan hasil panggilan tadi malam dan dia
percaya padaku. Setelah itu dia langsung memberitahukan ke teman yang lainnya dan mereka semua memujiku dengan
penuh perhatian. Betapa senangnya aku waktu itu.