Jumat, 06 Juli 2012

cerpen sederhana


FANGIRL
Part 1
 Namaku ANISA SEPTIANA. Orang-orang biasa memanggilku Icha. Aku mempunyai sang idola pujaan hati dan sangat menunggu untuk bertemu dengannya. Sayangnya aku harus berusaha keras agar aku bisa bertemu dengannya, karena tempat tinggalku dengannya sangatlah jauh dan butuh pengorbanan sepenuh hati dan jiwa.
Setiap hari pikiranku selalu terbayang wajahnya, aku sendiri pu tidak tahu kenapa padahal aku tidak kenal dengannya. Tiap hari aku selalu browsing demi mendapat info tentangnya. Isi kamarku semua nya hanyalah gambarnya. Setiap aku mau tidur aku selalu membayangkannya sampai terkadang aku tidak bisa tidur sampai jam setengah 2 malam. Aku berkorban untuk tidak jajan gara-gara aku membeli ataupu browsing apa yang menyangkut-nyangkut tentang dia.
Dari sekian idola yang aku gemari hanya dialah yang membuatku seperti ini. Aku mengidolakannya karena dia sangat cute dan tampan pula. Dia adalah seorang penyanyi. Pada saat dia mengadakan tour concert di Negara ku aku sangat sedih karena aku tidak bisa melihat performnya, karena di hari itu aku harus sekolah dan untuk mendapatkan tiketnya pun susah dan rumahku  pun jauh dengan tempat konsernya, so aku hanya bisa liat siaran ulangnya ajha di tv. Karena penayangan tersebut rada-rada malem, tapi aku tidak bilang nggak buat menontonya. Aku bela-belain buat gak tidur selama 2 jam berlangsung. Sebelum konser itu ditayangkan aku udah berdoa siang dan malam dan jujur saja aku tidak pernah seperti itu(bolong-bolong).
Pada saat aku menontonnya aku sangat gembira tiada henti-hentinya aku berteriak dalam hati karena aku sangat senag melihatnya di tv. Teman-temanku saja udah pada memanggilku denagn nama idolaku tersebut karena aku suka sekali menyebut-nyebut nama itu.
Uang demi uang aku kumpulkan demi membeli vcdnya, memang aku terlahir tidak dari keluarga ningrat tapi seenggaknya aku bisa ngumpulin duit untuk membeli apa aja yang menyangkut tentang dia.
Isi laptop, hp semuanya tentang dia. Mulai dari wallpaper, video, lagu sampai nama file yang aku simpan semua adalah namanya. Terkadang presentasi di depan kelas pun aku sertai fotonya dan teman-temanku pun sempat memujinya. Kalau tanganku sudah mulai buka laptop yang pertama kali aku lakukan adalah melihat gambarnya satu persatu, lalu melihat videonya dan kalau udah liat videonya aku selau menirukan gaya tariannya. Lirik lagunya pun aku sudah hafal dan itupun aku bersusah payah menghafalkannya. Tiap kali aku browsing hal pertama yang aku lakukan adalah mendownload videonya dan dari videonya itu pun ada kebiasaan-kebiasaannya yang unik dan itupun juga aku tiru. Entah kenapa semua hal yang kulakukan aku selalu teringat namanya.
Aku sangat berharap aku bisa bertemu dengannya walaupun itu hanya di dunia maya. Aku mengirim e-mail, ng’tweet padanya, tapi tidak pernah dapat respon, apa mungkin yang mengrim terlalu banyak jadi punyaku gak terbaca. Gak terasa kalau tangan menggerakkan mouse ke halaman awal Mozilla firefox dan disitu aku mencoba searching info terbaru tentang idolaku. Pada saat aku menemukan infonya di sana tertera nomor hpnya dan cepat-cepat aku catat diotakku. Karena hari sudah semakin sore aku memutuskan untuk pulang.
Senja telah hilang berganti malam, aku sangat kecapaian dan aku memutuskan untuk istirahat karena aku besok tidak ada ujian. Terlintas di pikiranku tentang nomor hp idolaku yang ku catat tadi, aku langsung berlari menuju counter untuk membeli pulsa buat menelponnya. Sialnya saat aku menelponnya, dia menjawab telponku tapi dia malah memutusnya dengan segera itupun aku belum sempat bilang satu kata. Aku menyesal karena aku harus memecah uang simpananku untuk membeli pulsa, tapi setidaknya nomer hp ku tercatat hpnya.
Mataku semakin tidak kuat berinteraksi dan aku memutuskan untuk tidur. Tiba-tiba hpku berbunyi dan aku tidak memperdulikannya karena aku sangat ngantuk, akan tetapi bunyi itu tidak berhenti-berhenti dan  aku berusaha membuka mataku untuk melihatnya. Betapa beruntungnya diriku yang menelponku adalah Lee Dong Hae idolaku, dan aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Dia menelponku dengan media 3G dan aku bisa melihat wajahnya yang imut itu. Aku berbincang-bincang dengannya walaupun aku tidak begitu bisa bahasa korea. Waktu itu menjadi waktu yang paling menyenangkan bagiku.
Matahari mulai terbit dan waktunya aku untuk baangun dan cepat-cepat berangkat ke sekolah. Setibanya di sekolah, aku membersihkan kelas karena memang sudah giliranku. Saking senangnya aku tadi malam, teman-temanku heran padaku dan salah satu temanku bertanya,”kenapa kau tersenyum sendiri seperti orang gila?”. Dan aku menjawab “Aku tadi malam ditelfon oleh Dong Hae”. Temanku langsung kaget dan bertanya sekali lagi dan aku menjawabnya dan aku juga menunjukkan hasil panggilan tadi malam dan dia percaya padaku. Setelah itu dia langsung memberitahukan ke teman  yang lainnya dan mereka semua memujiku dengan penuh perhatian. Betapa senangnya aku waktu itu.



cerpen sederhana


FANGIRL
Part 1
 Namaku ANISA SEPTIANA. Orang-orang biasa memanggilku Icha. Aku mempunyai sang idola pujaan hati dan sangat menunggu untuk bertemu dengannya. Sayangnya aku harus berusaha keras agar aku bisa bertemu dengannya, karena tempat tinggalku dengannya sangatlah jauh dan butuh pengorbanan sepenuh hati dan jiwa.
Setiap hari pikiranku selalu terbayang wajahnya, aku sendiri pu tidak tahu kenapa padahal aku tidak kenal dengannya. Tiap hari aku selalu browsing demi mendapat info tentangnya. Isi kamarku semua nya hanyalah gambarnya. Setiap aku mau tidur aku selalu membayangkannya sampai terkadang aku tidak bisa tidur sampai jam setengah 2 malam. Aku berkorban untuk tidak jajan gara-gara aku membeli ataupu browsing apa yang menyangkut-nyangkut tentang dia.
Dari sekian idola yang aku gemari hanya dialah yang membuatku seperti ini. Aku mengidolakannya karena dia sangat cute dan tampan pula. Dia adalah seorang penyanyi. Pada saat dia mengadakan tour concert di Negara ku aku sangat sedih karena aku tidak bisa melihat performnya, karena di hari itu aku harus sekolah dan untuk mendapatkan tiketnya pun susah dan rumahku  pun jauh dengan tempat konsernya, so aku hanya bisa liat siaran ulangnya ajha di tv. Karena penayangan tersebut rada-rada malem, tapi aku tidak bilang nggak buat menontonya. Aku bela-belain buat gak tidur selama 2 jam berlangsung. Sebelum konser itu ditayangkan aku udah berdoa siang dan malam dan jujur saja aku tidak pernah seperti itu(bolong-bolong).
Pada saat aku menontonnya aku sangat gembira tiada henti-hentinya aku berteriak dalam hati karena aku sangat senag melihatnya di tv. Teman-temanku saja udah pada memanggilku denagn nama idolaku tersebut karena aku suka sekali menyebut-nyebut nama itu.
Uang demi uang aku kumpulkan demi membeli vcdnya, memang aku terlahir tidak dari keluarga ningrat tapi seenggaknya aku bisa ngumpulin duit untuk membeli apa aja yang menyangkut tentang dia.
Isi laptop, hp semuanya tentang dia. Mulai dari wallpaper, video, lagu sampai nama file yang aku simpan semua adalah namanya. Terkadang presentasi di depan kelas pun aku sertai fotonya dan teman-temanku pun sempat memujinya. Kalau tanganku sudah mulai buka laptop yang pertama kali aku lakukan adalah melihat gambarnya satu persatu, lalu melihat videonya dan kalau udah liat videonya aku selau menirukan gaya tariannya. Lirik lagunya pun aku sudah hafal dan itupun aku bersusah payah menghafalkannya. Tiap kali aku browsing hal pertama yang aku lakukan adalah mendownload videonya dan dari videonya itu pun ada kebiasaan-kebiasaannya yang unik dan itupun juga aku tiru. Entah kenapa semua hal yang kulakukan aku selalu teringat namanya.
Aku sangat berharap aku bisa bertemu dengannya walaupun itu hanya di dunia maya. Aku mengirim e-mail, ng’tweet padanya, tapi tidak pernah dapat respon, apa mungkin yang mengrim terlalu banyak jadi punyaku gak terbaca. Gak terasa kalau tangan menggerakkan mouse ke halaman awal Mozilla firefox dan disitu aku mencoba searching info terbaru tentang idolaku. Pada saat aku menemukan infonya di sana tertera nomor hpnya dan cepat-cepat aku catat diotakku. Karena hari sudah semakin sore aku memutuskan untuk pulang.
Senja telah hilang berganti malam, aku sangat kecapaian dan aku memutuskan untuk istirahat karena aku besok tidak ada ujian. Terlintas di pikiranku tentang nomor hp idolaku yang ku catat tadi, aku langsung berlari menuju counter untuk membeli pulsa buat menelponnya. Sialnya saat aku menelponnya, dia menjawab telponku tapi dia malah memutusnya dengan segera itupun aku belum sempat bilang satu kata. Aku menyesal karena aku harus memecah uang simpananku untuk membeli pulsa, tapi setidaknya nomer hp ku tercatat hpnya.
Mataku semakin tidak kuat berinteraksi dan aku memutuskan untuk tidur. Tiba-tiba hpku berbunyi dan aku tidak memperdulikannya karena aku sangat ngantuk, akan tetapi bunyi itu tidak berhenti-berhenti dan  aku berusaha membuka mataku untuk melihatnya. Betapa beruntungnya diriku yang menelponku adalah Lee Dong Hae idolaku, dan aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Dia menelponku dengan media 3G dan aku bisa melihat wajahnya yang imut itu. Aku berbincang-bincang dengannya walaupun aku tidak begitu bisa bahasa korea. Waktu itu menjadi waktu yang paling menyenangkan bagiku.
Matahari mulai terbit dan waktunya aku untuk baangun dan cepat-cepat berangkat ke sekolah. Setibanya di sekolah, aku membersihkan kelas karena memang sudah giliranku. Saking senangnya aku tadi malam, teman-temanku heran padaku dan salah satu temanku bertanya,”kenapa kau tersenyum sendiri seperti orang gila?”. Dan aku menjawab “Aku tadi malam ditelfon oleh Dong Hae”. Temanku langsung kaget dan bertanya sekali lagi dan aku menjawabnya dan aku juga menunjukkan hasil panggilan tadi malam dan dia percaya padaku. Setelah itu dia langsung memberitahukan ke teman  yang lainnya dan mereka semua memujiku dengan penuh perhatian. Betapa senangnya aku waktu itu.



Senin, 21 Mei 2012

MIMPI

Mimpi adalah bunga tidur, dimana apabila kita sedang tidur kita pasti akan merasakan kehidupan nyata yaitu mimpi. Akan tetapi mimpi itu terkadang menjadi kenyataan ataupun tidak. Apabila kita bermimpi indah pasti kita akan berharap mimpi tersebut menjadi kenyataan, itu sudah tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi kalau kita bermimpi yang buruk seakan-akan kita terbangun dalam tidur nyenyak kita dan tidak mengharapkan  mimpi tersebut akan jadi kenyataan.